Welcome!!

Rabu, 06 April 2011

THE EXAMPLE of "NOUN CLAUSE"

  • The Example of Noun Clauses.
  1. Her story was interesting =====> What he said was interesting.
  2. I heard her story =====> I heard what she said.
  3. I liked his jacket =====> I liked what he wore.
  4. His performance was amazing =====> What he shew was amazing.
  • Noun Clauses which begin with "a Question words". 
  1. Where did Frank go? =====> I don't know where he went.
  2. What is that boy's name? =====> I don't know what his name is.
  3. When is that girl's birthday? =====> I don't know when her birthday.
  4. Who lives there? =====> I don't know who lives there.
  5. Why did Fernando leave? =====> I don't know why he left.
  6. How old is Peter? =====> I don't know how old he is.
  • Noun Clauses which begin with "WHETHER" or "If".
  1. Will Alex come? =====> I don't know (whether / if) he will come or not.
  2. Is David at home? =====> I don't know (whether / if) David is at home or not.
  3. Does she need help? =====> I wonder (whether / if) she needs help.
  4. Did Luiz go to Bali? =====> I wonder (whether / if) Luiz went to Bali.
  • Noun Clauses which begin with "THAT".
  1. I think that she is a good actress.
  2. I feel that he will do well on the exam.
  3. I doubt that he will come today.
  4. It's a fact that Nicholas is a good student.
  5. I regret that she failed on the test.
  • Question words followed by Infinitives.
  1. Please tell me where I should meet you.
  2. I don't know what I should do.
  3. He told me where to find it.

NOUN CLAUSES

  • Noun is used as a subject or an object.
  • Noun Clause is used as a subject. In other words, a noun clause is used in the same ways as a noun.
  • Noun Clause is a clause functioning as a Noun. It has it's own subject and verb. 
  • Noun Clause can't stand alone as a sentence. It must be connected to an independent clause, a main clause.
  • Because of it's function as a noun, the noun clause can occupy the following positions:
1.      Subject of a sentence
2.      Object of a transitive verb
3.      Object of a preposition
4.      Complement
5.      Noun in apposition  
  • According to the original sentence types, Noun Clause can be classified into 4 types, namely : 
1.      Statement
2.      Question
3.      Request
4.      Exclamation

Selasa, 05 April 2011

DEFINISI UANG


A.       Pengertian uang

R.J Thomas mengatakan bahwa “Money is something that is readily and generally accepted by public in payment for goods, services, and other valuabel assets and for the payment for debts.” Artinya, Uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa, dan barang berharga lainnya, dan untuk pembayaran utang. Sedangkan menurut Sir Dennis Holme Robertson “Money is something accepted in payment for goods.” Artinya, Uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan uang. Dari definisi kedua ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa uang adalah Alat tukar menukar barang / jasa  dan sebagai alat pembayaran yang sah.

B.       Fungsi uang

Fungsi – fungsi uang dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :
  • ­ Fungsi Asli :
A.   Sebagai Alat Tukar.
Misalnya Seorang petani  membutuhkan cangkul. Dia dapat menjual hasil panen untu mendapatkan uang. Uang hasil penjualan panen digunakan untuk membeli cangkul.
B.   Sebagai Alat Satuan Hitung.
Misalnya Harga   pulpen Rp 6.000,- dan buku tulis Rp 1.000,-. Ini menunjukan bahwa nilai pulpen 3 kali nilai buku tulis.
  • ­ Fungsi Turunan :    
A.   Sebagai Standar atau Ukuran Pembayaran yang Ditunda.
Misalnya Seseorang meminjam uang Rp 5.000.000,- selama 10 tahun.
B.   Sebagai Alat Penyimpan Kekayaan.
Misalnya Kita menyimpan uang untuk keperluan masa mendatang atau mengantisipasi pengeluaran uang yang tidak terduga sebelumnya.
C.   Sebagai Alat Pengalih Nilai / Kekayaan.
Misalnya Seseorang yang pindah ke luar kota dan ingin membangun rumah di kota itu lalu menjual rumah lamanya.

C.   Jenis uang

Jenis – jenis uang dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
  • Jenis Uang Berdasarkan Pihak yang Mengeluarkan
Berdasarkan Pihak yang Mengeluarkan, uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Kartal :
Uang Kertas atau Uang Logam yang dikeluarkan & diatur peredarannya oleh Pemerintah serta merupakan alat pembayaran yang sah.
B. Uang Giral :
Alat Pembayaran berupa Cek, Bilyet Giro, dan sejenisnya yang dikeluarkan oleh Bank serta merupakan alat pembayaran.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Bahan Uang
Berdasarkan Bahan, uang dapat dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Logam :
Uang yang bahannya terbuat dari logam berupa emas, perak, atau logam lainnya yang beredar sebagai alat pembayaran.
B. Uang Kertas :
Uang yang bahannya terbuat dari kertas serta penggunaanya diatur oleh undang – undang dan kebiasaan serta sebagai alat pembayaran.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Negara yang Mengeluarkan
Berdasarkan Negara yang Mengeluarkan, uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Dalam Negeri :       
Uang yang dikeluarkan suatu Negara yang bersangkutan. Contohnya : Rupiah adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.
B.   Uang Luar  Negeri :
Uang yang beredar dalam suatu Negara, tetapi yang mengeluarkannya Negara lain. Contohnya : Yen(Jepang), Dollar(Amerika Serikat), Ringgit (Malaysia), Poundsterling(Inggris),dan sebagainya. Uang luar negeri disebut juga Valuta Asing.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Nilai Uang
Berdasarkan Perbandingan Nilai Bahan dengan Nilai Tukar, Uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Nilai Penuh :
Uang yang nilai bahannya (nilai Intrinsiknya) sama dengan nilai nominal atau nilai penuh yang terdapat pada standar emas. Misalnya 5 Gram emas, maka nilai uang itu dalam pertukaran juga seharga  emas 5 Gram.
B.   Nilai Tidak Penuh:
Uang yang nilai bahannya (nilai Intrinsiknya)lebih kecil daripada nilai nominalnya dan umumnya berupa uang kertas. Misalnya Uang yang kamu pegang Rp 10.000,- mungkin nilai bahannya hanya Rp 200,-.

d.        Teori uang

Teori – teori uang dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  • ­ Teori Nilai Uang 
A.   Teori Barang :        
Menurut Teori Barang, Uang Murni berasal dari Barang
B.   Teori Nominalis :    
Menurut Teori Nominalis, Nilai Uang ditentukan oleh Nilai Nominal yang tertulis pada uang tersebut.
  • ­ Teori Perubahan Nilai Uang
A.    Teori Kuantitas :    
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Nilai uang bisa naik bisa turun.
                                                   M=kP
                               Dimana:     M=    Uang
                                                   k=     Konstanta
                                                   P=     Harga
B.     Teori Transaksi :    
Teori Transaksi merupakan Lengkapan Teori Kuantitas, dilengkapi Irving Fisher.
                                                     MV=PT
                                 Dimana:     M=    Jumlah Uang Beredar
                                                     V=    Kecepatan Perputaran Uang
                                                     T=     Jumlah Barang dan Jasa
                                                     P=     Tingkat Harga Umum
C.    Teori Pendapatan : 
Teori Pendapatan dikemukakan John Maynard Keynes. Motif memegang uang :
1. Motif Transaksi :
Semakin besar Pendapatan seseorang, maka semakin besar kemungkinan untuk melakukan Transaksi.
2. Motif Berjaga–jaga :        
Rumah Tangga Selalu Berjaga – jaga dan mempersiapkan sebagian Pendapatan agar dapat mengatasi kejadian tidak terduga sebelumnya.
3. Motif Spekulasi :
Pendapatan yang tinggi memberi kesempatan pada seseorang untuk melakukan Transaksi yang bersifat Spekulasi.

                                           MVy=PyTy atau Py= MVy
                                                                                Ty
                                      Dimana:    
                                      M=    Jumlah Uang
                                      Vy=   Kecepatan Peredaran Pendapatan Uang
                                      Ty=   Barang – Barang dan Jasa Akhir
                                      Py=   Tingkat Harga

  • ­ Teori Persediaan Kas
Teori Persediaan Kas dikemukakan oleh Alfred Marshall. Marshall mengatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah pendapatan masyarakat yang dipegang atau ditahan dalam bentuk Tunai (Cash).
                                                 M=K.P.Y
                                       Dimana :
                                      M=    Jumlah Uang Beredar
                                      K=     Jumlah Uang untuk Persediaan Kas
                                      P=     Tingkat Harga
                                      Y=     Pendapatan

e.   pERMINTAAN & PENAWARAN uANG
  • ­ Permintaan Uang
Permintaan Uang adalah Jumlah nnit moneter(berupa uang kartal dan uang giral) yang ingin dipegang sebagai harta tunai (yang mudah untuk dibelanjakan segera). Faktor yang mendorong permintaan uang adalah Biaya menyimpan UANG. Permintaan uang dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
A.   Kebutuhan Transaksi :    
Jika pendapatan naik, nilai barang yang kita beli akan naik sehingga kita membutuhkan lebih banyak uang untuk bertransaksi.
B.   Kebutuhan Berjaga-jaga :
Tingkat bunga tabungan lebih tinggi daripada tingkat keuntungan menggunakan uang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi seperti berwirausaha, menyewakan ramah, atau membeli saham perusahaan.
C.   Kebutuhan Berspekulasi :
Melakukan suatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan.

  • ­ Kurva Permintaan Uang
Jika tingkat Bunga meningkat, permintaan atas uang akan turun. Sebaliknya, Jika tingkat Bunga turun, Permintaan atas uang akan naik. Permintaan uang turun ketika tingkat Bunga meningkat karena orang tidak tertarik menyimpan uang yang dimilikinya. Jumlah uang yang diminta sebagai penyimpan nilai kekayaan tergantung pada tingkat bunga, ceteris paribus, dapat digambarkan dalam fungsi berikut.
                                                Qd=f(i)
                             Dimana :
                             Qd=   Jumlah uang yang diminta sebagai asset
                             I=      Tingkat Bunga

  • ­ Pergeseran Kurva Permintaan Uang
Faktor – faktor yang dapat menggeser kurva permintaan uang kekanan atau kekiri antara lain adalah Tingkat Bunga Riil, Nilai Kekayaan Masyarakat, dan Perubahan Pendapatan Nasional  (termasuk Produk Nasional). Jika ada perubahan dalam kekayaan, permintaan uang akan meningkat. Begitu pula jika kekayaan menurun, permintaan uang akan menurun. Jika pendapatan nasional dan produk nasional meningkat, kurva permintaan uang akan bergeser ke kanan. Sebaliknya, jika pendapatan dan produk nasional menurun, kurva akan bergeser ke kiri.

  • ­ Penawaran Uang (L)
Penawaran Uang adalah Jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kebijakan Moneter bertujuan mengatur Penawaran Uang, atau dengan kata lain, mengatur jumlah uang beredar. Oleh sebab itu, boleh dikatakan bahwa Penawaran Uang merupakan tugas Pemerintah melalui Bank Indonesia.
                                    L=     M1 + M2 +M + near money
                                   dan   M2 = M1 + uang kuasi
                            
  • ­ Kurva Penawaran Uang
Semakin tinggi tingkat bunga, jumlah uang yang beredar semakin banyak, begitu pula sebaliknya.Keuntungan meminjamkan uang akan lebih besar ketika tingkat bunga tinggi.

  • ­ Pergeseran Kurva Penawaran Uang
Berikut ini Faktor – factor yang mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam mengatur Penawaran Uang, yaitu :
A.   Tingkat Bunga
Jika tingkat Bunga terlalu tinggi, dunia usaha akan lesu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga kembali turun.
B.   Tingkat Inflasi
Jika tingkat inflasi tinggi, akan melumpuhkan perekonomian, daya beli masyarakat rendah. Untuk itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga turun
C. Tingkat Produksi dan Pendpatan Nasional                                     
Dalam tingkat produksi dan pendapatan nasional yang rendah, pemerintah mungkin akan memperbanyak jumlah uang beredar, dengan tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha.    
D.   Kondisi Kesehatan Dunia Perbankan
Bank Indonesia menetapkan tingkat cadangan tertentu, yang sekaligus menjadi pengukur kesehatan Bank. Jika Bank kekurangan cadangan, biasanya mereka meminjam sejumlah uang kepada Bank Indonesia dengan tingkat bunga tertentu yang disebut tingkat diskonto. Jika dunia Perbankan tidak sehat, biasanya Bank Indonesia akan menaikan tingkat diskonto untuk menurunkan tingkat cadangan dibank – bank dan menurunkan jumlah uang beredar.
E.   Nilai Tukar Rupiah
Jika nilai tukar Rupiah menurun, Pemerintah akan menurunkan jumlah Rupiah yang beredar, sehingga sesuai hokum keseimbangan permintaan dan penawaran, tingkat bunga akan naik, dan nilai Rupiah pun terangkat.

  • ­ Keseimbangan Pasar Uang
Dalam jangka panjang, tingkat harga secara keseluruhan sama dengan tingkat ketika permintaan uang sama dengan penawaran uang. Jika tingkat harga berada diatas tingkat keseimbangan, masyarakat akan memilih menyimpan uang, sehingga tingkat harga kembali ke tingkat keseimbangan. Pada tingkat harga keseimbangan, jumlah uang yang ingin disimpan oleh masyarakat tepat sama dengan kuantitas uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia.

F.       Standar mata uang

Standar Mata Uang adalah Benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat satuan hitung. Standar uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.
  • ­ Standar Logam
Standar Logam adalah suatu penetapan logam tertentu sebagai standar dalam keuangan. Logam tersebut dapat berupa emas atau perak. Standar Logam dapat dibedakan atas beberapa system berikut.
A.   Sistem Standar Tunggal =
Sistem ini menggunakan satu jenis logam menjadi mata uang dan biasanya berupa emas atau perak, tetapi lebih lazim digunakan emas. Itu sebabnya sering disebut Standar Emas.
B.   Sistem Standar Kembar =
Sistem ini menggunakan 2 jenis logam, yaitu Emas & Perak. Jika perbandinganh nilai antara emas dan perak tidak ditentukan, melainkan tergantung pada pasar, maka disebut Standar Emas Paralel.
C.   Sistem Standar Pincang =
Pada standar pincang, pemerintah menetapkan uang emas sebagai mata uang standar. Tetapi mata uang perak juga beredar dalam jumlah yang tidak terbatas, tetapi masyarakat umum tidak dapat secara bebas mencetaknya.
  • ­ Standar Kertas
Apabila dalam suatu Negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas, dan uang itu tidak dijamin atau tidak bisa ditukar dengan emas, maka Negara tersebut menganut standar kertas. Standar ini banyak dianut Negara – Negara di dunia. System Moneter Internasional terkait dengan penentuan kurs(nilai tukar)mata uang. Oleh karena itu, kita bisa menyebut standar moneter sebagai system strandar kurs.
 
G.       Sistem MOneter

Ada empat system standar kurs yang tengah atau pernah dipakai ole Negara – Negara di dunia, yaitu :
  • ­ Standar Emas
Standar Emas pernah menjadi standar moneter di seluruh dunia. Setiap Negara mengeluarkan koin emas dengan segel Negara untuk menjamin kemurnian dan beratnya.

  • ­ Sistem Kurs Tetap dan Terkendali
Karena kegagalan standar emas, para banker dan menteri keuangan dari berbagai nmegara bertemu untuk membentuk sistemyang baru. Ini dikenal dengan Bretton Woods System, dengan nama badan IMF. Tujuan IMF adalah mempertahankan tingkat kurs yang stabil dan menghindari penurunannilai mata uang.

  • ­ Sistem Kurs Mengambang Bebas
Sejak runtuhnya Bretton Woods System, meskipun ada pihak yang menginginkan kembali berlakunya standar emas, berbagai Negara maju didunia menganut system kurs mengambang bebas. System ini menyerahkan sepenuhnya nilai tukar mata uang pada mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

  • ­ Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Beberapa Negara, termasuk Indonesia, memang membiarkan nilai mata uangnya mengambang dengan bebas. Namun, Negara melakukan intervensi untuk mencegah fluktuasi nilai tukar yang terlalu besar, atau bahkan mempertahankan suatu paritas. Dalam system nilai tukar mengembang terkendali, Negara – Negara yang menerapkannya cenderung melakukan intervensi kapanpun pasar menjadi “tidak terkendali”. Keunggulan Sistem mengambang terkendali adalah Nilai tukar mata uang tidak terus tyurun, meskipun sebenarnya keadaan perekonomian Negara tersebut belum baik.

simple DIALOGUE about : "THE ENVIRONMENT IN THE JAKARTA CITY"



One day after college, there are two collegers in the Gunadarma University’s garden. They were discussing about the environment in The Jakarta City.

  • Torres          : Hi, Lampard.
  • Lampard   : Oh, hi Torres.
  • Torres          : How are you today?
  • Lampard   : I’m fine, thanks. How about you?
  • Torres          : I’m fine too. Hmm.. Lampard, what do you think about the environment in Jakarta city?
  • Lampard   : Hmm.. I think the environment in Jakarta city is very dirty by garbage, vehicle smoke, factory smoke, and cigarette smoke which can make air pollution.
  • Torres          : Yeah.. It’s true, Lampard. I agree with you. And what is your suggestion for save the Jakarta city from air pollution?
  • Lampard   : Owhh.. I think we must limit the personal cars and moving the factories to the factory’s relocate in out city.
  • Torres          : Hmm.. I think, I’m dissatisfied with your suggestion. Your suggestion is true, but don’t you think your suggestion is very hard for execute and only waste the time, energy, and money.
  • Lampard   : Okay, how about throwing garbage to the trash bin, plants some trees, and reduces the product of cigarette. Do you agree with my suggestion?
  • Torres          : Wow…Your suggestion is really satisfying. Of course, I agree with your suggestion.
  • Lampard   : Thanks. See you again Torres!
  • Torres          : See you!

MY EXPERIENCE



At Monday, 26 November 2007, My Church  (HKBP Bincarung Bogor) performing The Fund Night to Renovate Church in Shangri-La Hotel on Jend.Sudirman Kav. 1 Street, Centre of Jakarta. My Church present Conscientia Choir and ARBAB (ARTIS BATAK BERMAZMUR) for Auction, and The Result of that Auction is collected as fund. The Event is started at 18.00 o’clock. I’m one of Conscientia Choir Member.
I go to Shangri-La Hotel with all Chorus members and all Committee. We leave at 13.00 o’clock by using Bus. At arrival in Shangri-La Hotel at 14.00 o’clock, we order Hotel’s Bedroom to rest. Moment arrive at Hotel’s Bedroom, we feel happy, because The Bedrooms is cold & balmy.
After we rest, we go to Restaurant for eating. After eating, we go to Show Room to start The Event. In Show Room, a lot of all Guest witnessing this Event. The Event early by The Church Service. In The Church Service, Our Chorus brings two songs.
After The Church Service finished, The Event continued with The Fund Night and The Auction. In The Fund Night, Our Chorus brings two songs. We are proud once, because we bring That Songs for God dignity. And afterwards continued with ARBAB’s show.
After all finished, all Committee count The Funds gathered from all Guest. Thanks God, The Funds gathered snugly with goals which expected. After The Event finished, we return to home each. That Event represents experience which is good for me.

Jumat, 31 Desember 2010

MANUSIA DAN PENDERITAAN



A. Definisi Penderitaan

Penderitaan dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa sansekerta, "dhra" yang artinya menahan atau menanggung sesuatu yang menyakitkan dan tidak menyenangkan, yang terjadi baik secara jasmani ataupun rohani. Istilah Yunani yang sering menggambarkan penderitaan ialah "paskho" dan "thlipsis". Istilah "paskho" digunakan untuk menunjukan penderitaan yang disebabkan oleh usaha pribadi yang hendak menanggung beban seseorang. Kata ini juga digunakan untuk menunjukkan tindakan seseorang yang menyebabkan orang lain menderita, yang juga menyebabkan penderitaan bagi dirinya sendiri (akibat perbuatannya tersebut). Adapun istilah Yunani "thlipsis" umumnya digunakan untuk menunjukkan tekanan atau beban berat bagi hati orang. Istilah ini juga dipakai untuk menjelaskan siksaan besar yang akan diterima setiap orang berdosa. Melalui ketiga istilah tersebut dapat dikatakan bahwa penderitaan itu berkaitan erat dengan tekanan atau beban berat yang menimpa seseorang karena sakit, dukacita, siksaan, dosa, dan sebagainya, yang bersumber dari luar seseorang maupun dari dalam diri orang itu sendiri.

B. Jenis Penderitaan
  • Penderitaan Karena Dosa
Alkitab dengan jelas memaparkan bahwa penderitaan masuk ke dalam dunia sebagai akibat dari jatuhnya manusia ke dalam dosa, walaupun sekarang tidak dapat dikatakan bahwa semua penderitaan disebabkan semata-mata karena dosa. Dosa membuat seseorang diasingkan oleh Allah. Itulah penderitaan sejati. Selain itu, dosa menyebabkan manusia hanya melihat kegelapan. Sama seperti orang buta yang tidak dapat melihat, demikian pula orang berdosa menderita karena tidak mampu melihat terang Allah. Perbuatan dosa juga menyebabkan nurani manusia terus tertuduh, perasaan bersalah yang berkepanjangan, dan semua itu mendatangkan penderitaan batin.
  • Penderitaan Karena Penyakit
Penyakit fisik juga dapat menyebabkan orang menderita. Sakit penyakit, apalagi yang berat dan berkepanjangan, akan menimbulkan penderitaan, baik bagi si penderita, maupun orang-orang di sekitarnya. Orang-orang yang memiliki cacat tubuh, apakah karena bawaan sejak lahir atau karena sesuatu musibah, juga memiliki penderitaan karena cacatnya. Penderitaan orang cacat lebih banyak mengena pada aspek psikisnya. Jadi, sebenarnya sakit dapat menyebabkan penderitaan baik fisik maupun psikis manusia. Sakit dapat menghampiri siapa saja, di mana saja, dari golongan apa saja.
  • Penderitaan Karena Alam
Seseorang dapat saja mengatakan bahwa sepertinya Tuhan tidak adil. Ada kalanya alam yang satu jauh lebih subur, sedangkan tanah yang lain tandus. Seperti negara Etiopia dan Somalia mengalami tragedi kemanusiaan, yakni kelaparan yang berkepanjangan karena alam mereka tampaknya tidak bersahabat. Pada kesempatan lain, manusia dapat menderita karena bencana alam, apakah itu karena angin topan, banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan bermacam-macam gejolak alam lainnya. Ada alam tertentu yang biasa terjadi gempa bumi sehingga penduduknya lebih siap siaga seperti negara Jepang misalnya, yang sering dilanda gempa bumi. Namun, tidak jarang juga bencana alam itu datangnya tiba-tiba tidak dapat diprediksi sebelumnya. Siap atau tidak siap, bencana alam selalu menghantui umat manusia dan itu dapat menimbulkan tragedi kemanusiaan, penderitaan yang hebat.
  • Penderitaan Karena Diri Sendiri
Seorang ahli filsafat, Socrates mengemukakan pernyataan yang amat terkenal, "know yourself", kenalilah dirimu sendiri dan engkau akan mendapatkan banyak kebahagiaan. Lalu muncul ungkapan, "be yourself", tidak menjadi diri sendiri membuat manusia sering frustasi, stres, dan mengalami banyak kegelisahan. Dunia hiburan mengatakan, "show yourself", sebagai kunci sesungguhnya yang membuat orang dapat tampil secara maksimal. Agama-agama memiliki falsafah, "Give yourself", untuk menunjukkan bahwa diri sendiri adalah yang terbaik yang dapat diberikan kepada Tuhan. Ketika Yesus Kristus datang dan melihat bahwa persoalan diri merupakan persoalan besar yang dapat menghambat pertumbuhan seseorang, Ia berkata, "Deny yourself”, orang tidak akan menderita karena apa yang terjadi, tetapi menderita karena pendapatnya sendiri tentang apa yang terjadi. Ungkapan-ungkapan tersebut mempunyai garis lurus yang dapat disimpulkan bahwa diri sendiri adalah persoalan besar setiap manusia. Perasaan takut, khawatir, rasa bersalah yang tidak benar, sikap hati yang tidak mau mengampuni dan belajar melupakan kesalahan orang lain, kemalasan, iri hati, dan sebagainya adalah bentuk persoalan yang lebih banyak bersumber dari diri sendiri yang akan menyiksa batin kita sendiri. Fakta mengungkapkan bahwa "you are your own most difficult problem", diri sendiri adalah masalah yang paling sulit bagi setiap manusia.
  • Penderitaan Karena Sesama
Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Ungkapan ini hendak menjelaskan bahwa seseorang diri pun bisa mendatangkan kerugian bagi sesamanya demikian juga sebaliknya. Itu sebabnya dalam dunia politik pun tidak dikenal adanya kawan sejati, juga tidak ada musuh sejati. Yang ada hanyalah kepentingan sejati. Manusia dapat menderita karena perbuatan sesamanya, misalnya ditipu, diperas, dibunuh, difitnah, dilecehkan, disakiti, disiksa, dimanfaatkan, dan lain sebagainya. Persoalan antarmanusia sering mendatangkan penderitaan yang berkepanjangan. Sumber dari persoalan antarmanusia adalah kesombongan dan sikap egois pada tiap-tiap orang yang sudah rusak total karena dosa.
  • Penderitaan Karena Perpisahan
Semua manusia pasti pernah mengalami perpisahan dan masih akan terus mengalaminya. Dengan orang-orang yang dekat, perpisahan itu mendatangkan kesedihan, perasaan bersalah, kesepian, atau dukacita yang membuat penderitaan tersendiri. Putus cinta merupakan penderitaan bagi yang mengalaminya. Perpisahan karena meninggalnya orang yang dikasihi mendatangkan perasaan duka yang mendalam. Perpisahan yang terjadi karena suatu bencana atau peristiwa dapat menimbulkan penderitaan karena rindu yang mendalam untuk bertemu. Perceraian orang tua bisa menimbulkan kehancuran keluarga (broken home) bagi anak-anak. Perceraian akan merusak pribadi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan kata lain, semua manusia pasti pernah dan masih akan menjumpai lagi penderitaan karena perpisahan.
  • Menderita Karena Tuhan
Ada dua jenis penderitaan bila berkenaan dengan Tuhan. Pertama, penderitaan karena ujian dari Tuhan atau karena risiko mengikut Tuhan. Kedua, menderita karena menerima hukuman dari Tuhan. Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat" (Matius 5:10,11). Penyiksaan terhadap misionaris, penghinaan, penghambatan karir karena iman Kristen, penolakan, pengasingan oleh teman-teman dan lingkungan, bahkan penganiayaan karena mengikut Kristus adalah konsekuensi yang bisa saja terjadi pada orang yang percaya kepada Kristus.

C. Bagaimana Menghadapi Penderitaan
  • Pertama, Terimalah penderitaan sebagai konsekuensi hidup yang harus kita jalani. Alkitab berkata dengan bahwa setiap orang pasti mengalami penderitaan, tidak terkecuali pengikut Kristus (Roma 8:22-23). Dengan menerima penderitaan yang menjadi konsekuensi hidup yang harus dijalani, seseorang akan lebih dapat melihat cara-cara kreatif untuk mengatasi penderitaan yang sedang dialaminya. Ketabahan, ketekunan, serta semangat untuk berjuang mengatasi penderitaan selalu ada pada orang-orang tersebut.
  • Kedua, Tuhan pasti melihat dan menolong pengikut-Nya dalam penderitaan yang mereka alami. Yesus berjanji untuk menyertai kehidupan setiap orang percaya. Oleh karena itu, dalam penderitaan yang tidak gampang, Paulus dapat berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13). Keyakinan bahwa Tuhan pasti menolong seorang yang menderita sehingga tidak putus asa, stres, maupun depresi bukanlah keyakinan yang keliru. Karena Tuhan Yesus, Sahabat sejati itu, akan menolong tepat pada waktu-Nya.
  • Ketiga, Percayalah bahwa Tuhan mempunyai maksud dalam segala penderitaan yang kita alami. Paulus berkata, "Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28). Allah yang mengizinkan penderitaan mampir dalam hidup kita, Ia pula yang merancang segala sesuatu untuk kebaikan kita. Apa pun penderitaan yang dialami oleh orang percaya tidak terlepas dari kontrol Allah. Bahkan Tuhan mampu mengubah keadaan yang terburuk sekalipun untuk mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya.
D. Manfaat Penderitaan

Apa pun sebab dan jenis penderitaan yang kita alami pasti akan bermanfaat jika kita menyerahkan itu semua ke dalam tangan Tuhan. Berikut adalah beberapa manfaat dari Penderitaan yang dapat membuat kita semakin lebih baik dari sebelumnya:
  • Penderitaan memperdalam dan memperhalus watak kita
  • Penderitaan menolong manusia untuk dapat melayani Tuhan lebih sungguh
  • Penderitaan membuat manusia lebih berbelaskasihan dan berpengertian
  • Penderitaan membuat manusia yakin akan kebobrokan dunia
  • Penderitaan membentuk manusia semakin serupa dengan Tuhan
"Sebab aku yakin bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita" (Roma 8:18)
#Sumber : SABDA.org