Welcome!!

Rabu, 10 Oktober 2012

IMPULSE BUYING



Pernahkah saat anda berbelanja di sebuah tempat, anda membeli sebuah barang padahal barang tersebut tidak termasuk dalam daftar belanjaan anda? Atau pernahkah anda membeli sebuah barang secara spontan, padahal sebelumnya anda sama sekali tidak terfikirkan untuk membeli barang tersebut? 
Nah, keadaan seperti ini dinamakan Impulse Buying.

·         Apa itu Impulse Buying?
Impulse buying adalah salah satu perilaku konsumen, yang memiliki arti membeli suatu produk yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Impulse buying merupakan bagian dari suatu kondisi yang dikenal dengan sebutan “unplanned purchase” atau pembelian yang tidak direncanakan, dimana pembelanjaan yang terjadi tidak sesuai dengan rencana awal si konsumen tersebut.
Rook dan Fisher (Negara dan Dharmmesta, 2003) mendefinisikan impulse buying sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli suatu produk secara spontan, sesuai dengan suasana hati si konsumen tersebut.

·         Mengapa Impulse Buying dapat terjadi?
Impulse Buying dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
1.       Faktor Internal: dimana faktor ini terdapat pada diri seseorang, yaitu pada suasana hati dan kebiasaan mereka saat berbelanja.
2.       Faktor Eksternal: dimana faktor ini merupakan pengaruh dari suasana lingkungan toko dan promosi yang ditawarkan oleh toko.

Beberapa contoh yang mempengaruhi terjadinya Impulse Buying :
1.       Pengaruh Display. Pada saat kita akan membayar belanjaan kita di kasir, tiba-tiba kita tertarik saat melihat barang-barang yang ditaruh didekat kasir seperti : permen, coklat, majalah, Koran, dan sebagainya. Akhirnya barang tersebut kita beli, padahal tidak termasuk dalam daftar belanjaan.
2.       Pengaruh Promosi. Biasanya konsumen sering membeli barang-barang yang sedang promo, entah karena harganya yang murah saat sedang diskon atau karena mendapat bonus hadiah atau mungkin biasanya kaum pria tertarik membeli barang karena rayuan sang Sales Promotion Girl (SPG).
3.       Pengaruh Konsumen lain. Biasanya saat melihat kerumunan para konsumen berebut membeli suatu barang, konsumen lainnya jadi ikut-ikutan berebut barang tersebut.


REFERENSI

1 komentar: