Welcome!!

Selasa, 05 April 2011

DEFINISI UANG


A.       Pengertian uang

R.J Thomas mengatakan bahwa “Money is something that is readily and generally accepted by public in payment for goods, services, and other valuabel assets and for the payment for debts.” Artinya, Uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran pembelian barang, jasa, dan barang berharga lainnya, dan untuk pembayaran utang. Sedangkan menurut Sir Dennis Holme Robertson “Money is something accepted in payment for goods.” Artinya, Uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan uang. Dari definisi kedua ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa uang adalah Alat tukar menukar barang / jasa  dan sebagai alat pembayaran yang sah.

B.       Fungsi uang

Fungsi – fungsi uang dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu :
  • ­ Fungsi Asli :
A.   Sebagai Alat Tukar.
Misalnya Seorang petani  membutuhkan cangkul. Dia dapat menjual hasil panen untu mendapatkan uang. Uang hasil penjualan panen digunakan untuk membeli cangkul.
B.   Sebagai Alat Satuan Hitung.
Misalnya Harga   pulpen Rp 6.000,- dan buku tulis Rp 1.000,-. Ini menunjukan bahwa nilai pulpen 3 kali nilai buku tulis.
  • ­ Fungsi Turunan :    
A.   Sebagai Standar atau Ukuran Pembayaran yang Ditunda.
Misalnya Seseorang meminjam uang Rp 5.000.000,- selama 10 tahun.
B.   Sebagai Alat Penyimpan Kekayaan.
Misalnya Kita menyimpan uang untuk keperluan masa mendatang atau mengantisipasi pengeluaran uang yang tidak terduga sebelumnya.
C.   Sebagai Alat Pengalih Nilai / Kekayaan.
Misalnya Seseorang yang pindah ke luar kota dan ingin membangun rumah di kota itu lalu menjual rumah lamanya.

C.   Jenis uang

Jenis – jenis uang dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
  • Jenis Uang Berdasarkan Pihak yang Mengeluarkan
Berdasarkan Pihak yang Mengeluarkan, uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Kartal :
Uang Kertas atau Uang Logam yang dikeluarkan & diatur peredarannya oleh Pemerintah serta merupakan alat pembayaran yang sah.
B. Uang Giral :
Alat Pembayaran berupa Cek, Bilyet Giro, dan sejenisnya yang dikeluarkan oleh Bank serta merupakan alat pembayaran.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Bahan Uang
Berdasarkan Bahan, uang dapat dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Logam :
Uang yang bahannya terbuat dari logam berupa emas, perak, atau logam lainnya yang beredar sebagai alat pembayaran.
B. Uang Kertas :
Uang yang bahannya terbuat dari kertas serta penggunaanya diatur oleh undang – undang dan kebiasaan serta sebagai alat pembayaran.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Negara yang Mengeluarkan
Berdasarkan Negara yang Mengeluarkan, uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Uang Dalam Negeri :       
Uang yang dikeluarkan suatu Negara yang bersangkutan. Contohnya : Rupiah adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.
B.   Uang Luar  Negeri :
Uang yang beredar dalam suatu Negara, tetapi yang mengeluarkannya Negara lain. Contohnya : Yen(Jepang), Dollar(Amerika Serikat), Ringgit (Malaysia), Poundsterling(Inggris),dan sebagainya. Uang luar negeri disebut juga Valuta Asing.
  • ­ Jenis Uang Berdasarkan Nilai Uang
Berdasarkan Perbandingan Nilai Bahan dengan Nilai Tukar, Uang dibedakan jadi 2 jenis, yaitu :
A.   Nilai Penuh :
Uang yang nilai bahannya (nilai Intrinsiknya) sama dengan nilai nominal atau nilai penuh yang terdapat pada standar emas. Misalnya 5 Gram emas, maka nilai uang itu dalam pertukaran juga seharga  emas 5 Gram.
B.   Nilai Tidak Penuh:
Uang yang nilai bahannya (nilai Intrinsiknya)lebih kecil daripada nilai nominalnya dan umumnya berupa uang kertas. Misalnya Uang yang kamu pegang Rp 10.000,- mungkin nilai bahannya hanya Rp 200,-.

d.        Teori uang

Teori – teori uang dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  • ­ Teori Nilai Uang 
A.   Teori Barang :        
Menurut Teori Barang, Uang Murni berasal dari Barang
B.   Teori Nominalis :    
Menurut Teori Nominalis, Nilai Uang ditentukan oleh Nilai Nominal yang tertulis pada uang tersebut.
  • ­ Teori Perubahan Nilai Uang
A.    Teori Kuantitas :    
Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Nilai uang bisa naik bisa turun.
                                                   M=kP
                               Dimana:     M=    Uang
                                                   k=     Konstanta
                                                   P=     Harga
B.     Teori Transaksi :    
Teori Transaksi merupakan Lengkapan Teori Kuantitas, dilengkapi Irving Fisher.
                                                     MV=PT
                                 Dimana:     M=    Jumlah Uang Beredar
                                                     V=    Kecepatan Perputaran Uang
                                                     T=     Jumlah Barang dan Jasa
                                                     P=     Tingkat Harga Umum
C.    Teori Pendapatan : 
Teori Pendapatan dikemukakan John Maynard Keynes. Motif memegang uang :
1. Motif Transaksi :
Semakin besar Pendapatan seseorang, maka semakin besar kemungkinan untuk melakukan Transaksi.
2. Motif Berjaga–jaga :        
Rumah Tangga Selalu Berjaga – jaga dan mempersiapkan sebagian Pendapatan agar dapat mengatasi kejadian tidak terduga sebelumnya.
3. Motif Spekulasi :
Pendapatan yang tinggi memberi kesempatan pada seseorang untuk melakukan Transaksi yang bersifat Spekulasi.

                                           MVy=PyTy atau Py= MVy
                                                                                Ty
                                      Dimana:    
                                      M=    Jumlah Uang
                                      Vy=   Kecepatan Peredaran Pendapatan Uang
                                      Ty=   Barang – Barang dan Jasa Akhir
                                      Py=   Tingkat Harga

  • ­ Teori Persediaan Kas
Teori Persediaan Kas dikemukakan oleh Alfred Marshall. Marshall mengatakan bahwa nilai uang tergantung pada jumlah pendapatan masyarakat yang dipegang atau ditahan dalam bentuk Tunai (Cash).
                                                 M=K.P.Y
                                       Dimana :
                                      M=    Jumlah Uang Beredar
                                      K=     Jumlah Uang untuk Persediaan Kas
                                      P=     Tingkat Harga
                                      Y=     Pendapatan

e.   pERMINTAAN & PENAWARAN uANG
  • ­ Permintaan Uang
Permintaan Uang adalah Jumlah nnit moneter(berupa uang kartal dan uang giral) yang ingin dipegang sebagai harta tunai (yang mudah untuk dibelanjakan segera). Faktor yang mendorong permintaan uang adalah Biaya menyimpan UANG. Permintaan uang dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
A.   Kebutuhan Transaksi :    
Jika pendapatan naik, nilai barang yang kita beli akan naik sehingga kita membutuhkan lebih banyak uang untuk bertransaksi.
B.   Kebutuhan Berjaga-jaga :
Tingkat bunga tabungan lebih tinggi daripada tingkat keuntungan menggunakan uang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi seperti berwirausaha, menyewakan ramah, atau membeli saham perusahaan.
C.   Kebutuhan Berspekulasi :
Melakukan suatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan.

  • ­ Kurva Permintaan Uang
Jika tingkat Bunga meningkat, permintaan atas uang akan turun. Sebaliknya, Jika tingkat Bunga turun, Permintaan atas uang akan naik. Permintaan uang turun ketika tingkat Bunga meningkat karena orang tidak tertarik menyimpan uang yang dimilikinya. Jumlah uang yang diminta sebagai penyimpan nilai kekayaan tergantung pada tingkat bunga, ceteris paribus, dapat digambarkan dalam fungsi berikut.
                                                Qd=f(i)
                             Dimana :
                             Qd=   Jumlah uang yang diminta sebagai asset
                             I=      Tingkat Bunga

  • ­ Pergeseran Kurva Permintaan Uang
Faktor – faktor yang dapat menggeser kurva permintaan uang kekanan atau kekiri antara lain adalah Tingkat Bunga Riil, Nilai Kekayaan Masyarakat, dan Perubahan Pendapatan Nasional  (termasuk Produk Nasional). Jika ada perubahan dalam kekayaan, permintaan uang akan meningkat. Begitu pula jika kekayaan menurun, permintaan uang akan menurun. Jika pendapatan nasional dan produk nasional meningkat, kurva permintaan uang akan bergeser ke kanan. Sebaliknya, jika pendapatan dan produk nasional menurun, kurva akan bergeser ke kiri.

  • ­ Penawaran Uang (L)
Penawaran Uang adalah Jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian. Kebijakan Moneter bertujuan mengatur Penawaran Uang, atau dengan kata lain, mengatur jumlah uang beredar. Oleh sebab itu, boleh dikatakan bahwa Penawaran Uang merupakan tugas Pemerintah melalui Bank Indonesia.
                                    L=     M1 + M2 +M + near money
                                   dan   M2 = M1 + uang kuasi
                            
  • ­ Kurva Penawaran Uang
Semakin tinggi tingkat bunga, jumlah uang yang beredar semakin banyak, begitu pula sebaliknya.Keuntungan meminjamkan uang akan lebih besar ketika tingkat bunga tinggi.

  • ­ Pergeseran Kurva Penawaran Uang
Berikut ini Faktor – factor yang mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam mengatur Penawaran Uang, yaitu :
A.   Tingkat Bunga
Jika tingkat Bunga terlalu tinggi, dunia usaha akan lesu. Oleh karena itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga kembali turun.
B.   Tingkat Inflasi
Jika tingkat inflasi tinggi, akan melumpuhkan perekonomian, daya beli masyarakat rendah. Untuk itu, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang beredar sehingga tingkat bunga turun
C. Tingkat Produksi dan Pendpatan Nasional                                     
Dalam tingkat produksi dan pendapatan nasional yang rendah, pemerintah mungkin akan memperbanyak jumlah uang beredar, dengan tujuan untuk menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha.    
D.   Kondisi Kesehatan Dunia Perbankan
Bank Indonesia menetapkan tingkat cadangan tertentu, yang sekaligus menjadi pengukur kesehatan Bank. Jika Bank kekurangan cadangan, biasanya mereka meminjam sejumlah uang kepada Bank Indonesia dengan tingkat bunga tertentu yang disebut tingkat diskonto. Jika dunia Perbankan tidak sehat, biasanya Bank Indonesia akan menaikan tingkat diskonto untuk menurunkan tingkat cadangan dibank – bank dan menurunkan jumlah uang beredar.
E.   Nilai Tukar Rupiah
Jika nilai tukar Rupiah menurun, Pemerintah akan menurunkan jumlah Rupiah yang beredar, sehingga sesuai hokum keseimbangan permintaan dan penawaran, tingkat bunga akan naik, dan nilai Rupiah pun terangkat.

  • ­ Keseimbangan Pasar Uang
Dalam jangka panjang, tingkat harga secara keseluruhan sama dengan tingkat ketika permintaan uang sama dengan penawaran uang. Jika tingkat harga berada diatas tingkat keseimbangan, masyarakat akan memilih menyimpan uang, sehingga tingkat harga kembali ke tingkat keseimbangan. Pada tingkat harga keseimbangan, jumlah uang yang ingin disimpan oleh masyarakat tepat sama dengan kuantitas uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia.

F.       Standar mata uang

Standar Mata Uang adalah Benda yang ditetapkan sebagai objek pembanding atau nilai dalam jumlah satuan tertentu dan dalam waktu tertentu sebagai alat satuan hitung. Standar uang yang digunakan dapat berupa logam atau kertas.
  • ­ Standar Logam
Standar Logam adalah suatu penetapan logam tertentu sebagai standar dalam keuangan. Logam tersebut dapat berupa emas atau perak. Standar Logam dapat dibedakan atas beberapa system berikut.
A.   Sistem Standar Tunggal =
Sistem ini menggunakan satu jenis logam menjadi mata uang dan biasanya berupa emas atau perak, tetapi lebih lazim digunakan emas. Itu sebabnya sering disebut Standar Emas.
B.   Sistem Standar Kembar =
Sistem ini menggunakan 2 jenis logam, yaitu Emas & Perak. Jika perbandinganh nilai antara emas dan perak tidak ditentukan, melainkan tergantung pada pasar, maka disebut Standar Emas Paralel.
C.   Sistem Standar Pincang =
Pada standar pincang, pemerintah menetapkan uang emas sebagai mata uang standar. Tetapi mata uang perak juga beredar dalam jumlah yang tidak terbatas, tetapi masyarakat umum tidak dapat secara bebas mencetaknya.
  • ­ Standar Kertas
Apabila dalam suatu Negara beredar uang kertas dalam jumlah yang tidak terbatas, dan uang itu tidak dijamin atau tidak bisa ditukar dengan emas, maka Negara tersebut menganut standar kertas. Standar ini banyak dianut Negara – Negara di dunia. System Moneter Internasional terkait dengan penentuan kurs(nilai tukar)mata uang. Oleh karena itu, kita bisa menyebut standar moneter sebagai system strandar kurs.
 
G.       Sistem MOneter

Ada empat system standar kurs yang tengah atau pernah dipakai ole Negara – Negara di dunia, yaitu :
  • ­ Standar Emas
Standar Emas pernah menjadi standar moneter di seluruh dunia. Setiap Negara mengeluarkan koin emas dengan segel Negara untuk menjamin kemurnian dan beratnya.

  • ­ Sistem Kurs Tetap dan Terkendali
Karena kegagalan standar emas, para banker dan menteri keuangan dari berbagai nmegara bertemu untuk membentuk sistemyang baru. Ini dikenal dengan Bretton Woods System, dengan nama badan IMF. Tujuan IMF adalah mempertahankan tingkat kurs yang stabil dan menghindari penurunannilai mata uang.

  • ­ Sistem Kurs Mengambang Bebas
Sejak runtuhnya Bretton Woods System, meskipun ada pihak yang menginginkan kembali berlakunya standar emas, berbagai Negara maju didunia menganut system kurs mengambang bebas. System ini menyerahkan sepenuhnya nilai tukar mata uang pada mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

  • ­ Sistem Kurs Mengambang Terkendali
Beberapa Negara, termasuk Indonesia, memang membiarkan nilai mata uangnya mengambang dengan bebas. Namun, Negara melakukan intervensi untuk mencegah fluktuasi nilai tukar yang terlalu besar, atau bahkan mempertahankan suatu paritas. Dalam system nilai tukar mengembang terkendali, Negara – Negara yang menerapkannya cenderung melakukan intervensi kapanpun pasar menjadi “tidak terkendali”. Keunggulan Sistem mengambang terkendali adalah Nilai tukar mata uang tidak terus tyurun, meskipun sebenarnya keadaan perekonomian Negara tersebut belum baik.

1 komentar:

  1. Bermanfaat banget...I like it...
    http://teknologi-aditia.blogspot.com
    http://my-axes.blogspot.com

    BalasHapus